Fobia Sekolah Sering Diderita Anak

Fobia sekolah, seperti juga fobia lain pada umumnya didasari adanya interaksi di dalam keluarga yang berlebihan . Orang tua begitu melindungi anaknya dan tidak pernah memberikan kesempatan pada anak untuk mandiri. Semuanya ditolong, semuanya dilayani. jadi, pada dasarnya bermula dari kepribadian orang tua , terutama ibu, yang pencemas. Akibatnya anak jadi sangat tergantung pada orangtua nya, sehingga tidak siap pada segala bentuk perpisahan, dan menjadi tidak mandiri.

Karena hubungan yang terlalu erat dengan anak, ibu selalu dilanda rasa khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu pada anaknya. Sikap ini biasanya didukung oleh sikap sang Ayah yang tidak menerapkan disiplin pada anak. Biasanya orang tua jenis ini adalah orangtua yang terlalu memperhatikan anak dan tidak mau anaknya kecewa atau susah.

fobia sekolah

Didasari dengan hal tersebut diatas dan ditambah dengan adanya faktor pencetus yang bisa berupa pergi kesekolah tanpa didampingi orangtua . Namun hal ini juga bisa terjadi karena adanya perubahan-perubahan disekolah. Misalnya ganti guru atau tiba-tiba pindah sekolah. Jika terjadi pada anak yang sudah mulai memasuki masa remaja,fobia sekolah biasanya dipicu oleh peristiwa memalukan yang menjadi trauma baginya.

Fobia sekolah biasanya diawali dengan beberapa keluhan, seperti sakit perut sebelum berangkat sekolah,hingga adanya kritik yang terus menerus dilancarkan terhadap situasi di sekolah semacam guru yang galak,teman yang nakal dan sebagainya.

Pada tahap ini seharusnya sudah dicermati sebagai sinyal bahaya walaupun sulit . karena, keluhan sakit biasanya ditunjukkan dengan gejala bahwa ia benar-benar sakit. Namun, orang tua juga masih mungkin mencermati hal ini dengan memperhatikan reaksi anak jika diperbolehkan tidak bersekolah. Pada kasus ini gejala sakit anak akan hlang diizinkan tinggal di rumah. Jika hal ini luput dari perhatian orangtua,lama-lama anak akan menolak pergi ke sekolah.

Berdasarkan berat ringannya, fobia sekolah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fobia sekolah yang akut dan kronis. Fobia sekolah yang akut bersifat temporer dan lebih mudah diatasi dari pada fobia kronis. Karena, pada umumnya fobia sekolah kronis sudah menjadi way of life penderitanya, sehingga rasa enggannya pada sekolah akan muncul dan muncul lagi bahkan sampai anak ke duniakerja nanti.

Cara untuk mengatasi fobia sekolah yaitu dengan terapi perilaku secara bertahap.  Namun, perlu diusahakan agar anak yang mengalaminya tidak diputus dari sekolahnya. Biarkan anak tersebut tetap bersekolah. Karena, makin lama anak berpisah dengan sekolah, makin enggan pula ia kembali kesekolahnya.

Terapi perilaku ini dapat dilakukan secara bertahap dengan keterlibatan penuh orang tua dan guru. Misalnya, di tahap awal si anak masih ditemani orang tuanya didalam kelas. tahap berikutnya, jika anak sudah merasa nyaman, orang tua menunggui anak di luar kelas. begitu seterusnya hingga anak merasa nyaman bersekolah sendiri.

Sangat disarankan untuk melakukan psikoterapi pada anak yang mengalami fobia sekolah kronis. Karena pada dasarnya anak yang mengalamifobia ini adalah anak yang mengalami kesulitan penyesuaian diri. jadi jika tidak cepat ditangani, anak ini akan mengalami kesulitan menyesuaikan diri dimanapun ia berada. Denga psikoterapi, anak diajak untuk mengerti dan menyelami akar permaslahan yang dihadapinya, untuk kemudian dipikirkan bersama cara-cara mengatasinya.

Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya fobia sekolah yang lain diharapkan agar orang tua lebih peka. kalau anak sudah menunjukkan gejala-gejala perilaku yang diluar kebiasaaan orang tua sudah mula harus curiga, amati perilaku anak, dan langsung atasi jika ada penyimpangan.
Previous
Next Post »