Cara Menghilangkan Jerawat

Cara menghilangkan jerawat tergantung pada tingkat berat ringannya. Pada jerawat ringan, perawatan di rumah termasuk diet yang tepat bersama dengan penggunaan produk tanpa resep dokter seringkali berhasil dalam mengendalikan penyakit ini. Dalam kasus yang lebih parah, adalah penting untuk mencari bantuan dari seorang praktisi perawatan kesehatan yang berkualitas.

Berikut adalah beberapa pilihan medis yang digunakan untuk mengobati jerawat, menurut tingkat keparahan kasus:

Jerawat ringan:

- Benzoil peroksida
- Asam Azelaic
- Retinoid topikal

Jerawat Sedang:
- Antibiotik
- Perawatan hormon

Jerawat Parah:
- Isotretinoin
- Bedah


Pengobatan Jerawat Ringan

Jerawat ringan sering dapat berhasil diobati dengan produk yang dijual bebas seperti sabun, lotion dan gel. Obat ringan lainnya yang kerap digunakan termasuk:

1. Benzoil peroksida
Benzoil peroksida adalah obat topikal yang sangat ringan, dan digunakan umumnya untuk mengobati jerawat.
Studi telah membuktikan bahwa itu aman untuk orang dewasa dan anak-anak serta wanita hamil. Sifat-sifat yang membuat benzoil peroksida berguna dalam mengobati kondisi ini adalah antiseptik yang bekerja pada permukaan kulit, mengurangi jumlah bakteri dan jamur.

2. Asam azelaic
Asam azelaic ditemukan secara alami, sebagai produk lain dari ragi (Pityrosporum ovale) . Tersedia sebagai obat non-resep, baik sebagai gel atau krim,Asam azelaic Ini dapat diaplikasikan langsung ke kulit dan bertidak sebagai agen pengelupasan sel-sel mati dari kulit, sehingga mencegah penyumbatan pori-pori.

3. Retinoid topikal

- Retin-A (Tretinoin) adalah turunan dari vitamin A, membantu mengurangi peradangan, memerangi bakteri dan membuka pori-pori tersumbat. tersedia dalam bentuk krim atau gel, dan diterapkan langsung ke daerah yang terkena jerawat. Perlu diperhatikan bahwa Retin-A (Tretinoin) dapat menyebabkan pengelupasan kulit, menyebabkan fotosensitifitas, dan iritasi kemerahan.

- Adapalene: Ini adalah retinoid topikal berkaitan erat dengan Retin-A. Namun, lebih ringan dari Retin-A dan dapat menyebabkan iritasi kulit yang ringan.

Pengobatan Jerawat Sedang

Jika jerawat tidak kunjung membaik dengan perawatan di rumah misalnya menjaga kebersihan , pola makan, tidur, olahraga, dan obat-obatan topikal ringan, maka penderita jerawat harus mencari bantuan medis. Dalam kasus jerawat sedang, ada tiga pengobatan yang paling sering diresepkan yaitu antibiotik oral, antibiotik topikal(dioleskan) dan terapi hormonal

1. antibiotik

Antibiotik bertindak sebagai anti-inflamasi pada kulit dengan mengurangi jumlah bakteri dalam folikel dan pada permukaan kulit. Antibiotik topikal yang paling sering diresepkan adalah eritromisin dan klindamisin

2. Terapi hormonal

Hormon androgenik, atau hormon laki-laki seperti testosteron, mempengaruhi folikel sebasea dan merangsang produksi sebum yang berlebihan. Terapi hormonal bertujuan untuk menghalangi efek androgen. Terapi ini merupakan pilihan bagi wanita yang berjerawat.

Pengobatan Jerawat Parah

Jika ada lebih dari sepuluh luka pada setiap bagian tubuh Anda yang berjerawat, maka kondisi ini dianggap
parah. Pilihan untuk mengobati jerawat parah termasuk penggunaan isotretinoin, accutane dan pembedahan.

1.Isotretinoin

Isotretinoin adalah retinoid yang berasal dari vitamin A dan sangat efektif dalam mengobati jerawat parah. Ini berguna untuk menormalkan pengelupasan sel-sel kulit pada folikel rambut yang terkena jerawat. Ini adalah obat yang sangat kuat, dan penderita yang memakainya harus terus dipantau agar terhindar dari efek samping. Sebaiknya penderita jerawat parah bertanya pada ahli dermatologi sebelum memulai pengobatan. Perlu diketahui pula bahwa hanya separuh dari penderita jerawat parah yang benar-benar disembuhkan dengan obat ini. Banyak orang mengalami kambuh setelah beberapa tahun. Dalam kasus seperti itu, perlakuan yang sama perlu dilakukan lagi.

Isotretinoin mungkin berguna dalam kondisi berikut:

1. jerawat fulminans

2. jerawat nodular

3.jerawat vulgaris Parah

4. jerawat berulang

5. jerawat conglobata

6. Jerawat yang menyebabkan jaringan parut

2. Accutane

Accutane merupakan bentuk isotretinoin yang sangat ampuh , dan hanya digunakan untuk jerawat yang sangat parah. Cara kerjanya dengan mengurangi jumlah bakteri pada permukaan kulit, mengurangi tingkat sebum dan mengatasi penyumbatan pori-pori yang tersumbat. Namun Accutane juga memiliki efek samping seperti perubahan perilaku dan depresi.

3. Pembedahan

Pembedahan diperlukan dalam kasus-kasus jerawat yang tidak merespon dengan baik terhadap pengobatan lainnya, dan dalam kasus-kasus yang parah saja .

Berbagai pilihan bedah termasuk diantaranya:

- ekstraksi komedo : Apabila komedo tidak menanggapi perlakuan apapun, dokter kulit dapat melakukan pembedahan.

- terapi sinar ultraviolet: Terapi ini digunakan lebih sebagai pengobatan kosmetik daripada mengobati.

Sinar ultraviolet hanya menyamarkan beberapa bekas luka.

- chemical peeling: Terapi ini digunakan oleh dokter kulit untuk mengurangi jumlah papula dan

untuk menghilangkan komedo dengan menerapkan chemical peeling yang mengandung asam glikolat.



Disamping tindakan medis, anda bisa juga mencoba sendiri dirumah cara alami untuk mengurangi jerawat berikut:

1. Bersihkan wajah Anda secara menyeluruh dan oleskan bola kapas yang telah direndam dalam cuka pada jerawat Anda.

2. Oleskan putih telur di sekitar jerawat Anda selama sekitar dua puluh menit.

3. Oleskan perasan jeruk nipis segar pada daerah berjerawat.

4. Buat jus pepaya termasuk biji dan kulitnya , bisa menjadi cara mengatasi jerawat yang bengkak.

5. Terapkan tomat matang yang dihaluskan pada jerawat dan cuci bersih wajah setelah melakukannya.

6. Balurkan bawang putih segar (antibiotik) yang dihaluskan pada daerah yang anda inginkan

7. Tempelkan campuran jus lemon dan bubuk kayu manis sebagai obat untuk jerawat.

8. Oleskan pasta dari kulit jeruk pada dan sekitar jerawat untuk bantuan cepat.

9. Masker kunyit juga dipercaya membantu mengurangi jerawat.

10. Encerkan minyak lavender dengan air mawar atau air biasa agar terbebas dari kemerahan dan gatal jerawat.

11. Oleskan campuran tepung maizena dan cuka pada jerawat dan biarkan hingga mengeras selama setengah jam sebelum dicuci dengan air hangat.

12. Terapkan jus mint segar setiap malam di wajah Anda.

Tips untuk membantu Anda terhindar dari jerawat

1. Bersihkan wajah Anda dengan produk kulit alami setiap pagi dan malam untuk menghilangkan sel-sel mati, membuka pori-pori kulit tersumbat dan membiarkan kulit Anda bernapas.

2. Makan makanan yang sehat dengan banyak buah dan sayuran, dan minum banyak air untuk membersihkan racun dari tubuh.

3. Olahraga teratur dan tidur yang cukup sangat penting untuk kulit yang sehat.

4. Stres dapat menyebabkan jerawat meningkat. kurangi tingkat stres Anda jika mungkin.

5. Hindari makanan bergula dan beryodium, kopi dan minuman berkarbonasi. Berhenti merokok, karena membuat kulit Anda kering dan mudah pecah.

6. Kenakan pakaian katun lembut agar terhindar dari gatal dan iritasi jerawat di punggung dan bahu. Juga segera mandi segera mungkin setelah berolahraga atau berkeringat.

7. Gunakan sarung bantal bersih setiap malam sampai kondisi Anda membaik.

8. Konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengobati jerawat yang parah.

Wajah adalah cerminan dari apa yang Anda makan dan minum. Makanan yang dihindari jika Anda ingin mengurangi jerawat yaitu:
  • makanan berlemak seperti daging sapi goreng, mentega, dan keju.
  • makanan yang diawetkan.
  • susu dan produk olahan susu yang sulit dicerna dan kadang-kadang menyebabkan mukus dan alergi.
  • soda, kopi, alkohol, bir, garam beryodium, cokelat.
  • vitamin B12 yang melebihi kebutuhan tubuh Anda dapat menyebabkan jerawat.
Jerawat adalah salah satu gangguan kulit yang paling umum di seluruh dunia. Hal ini terjadi di hampir semua remaja dan orang dewasa. Jerawat muncul di bagian tubuh yang memproduksi minyak seperti wajah, belakang punggung, dada, leher, bahu dan lengan atas. Alasan utama munculnya jerawat adalah kelebihan produksi-minyak oleh kelenjar sebaceous yang menyebabkan minyak bersatu dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori kulit. Hal inilah yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Selain faktor formonal, faktor yang berasal dari luar tubuh juga menjadi pemicu timbulnya jerawat, di antaranya makanan berlemak tinggi, karbohidrat dan jumlah kalori tinggi, aktifitas fisik meningkat, penggunaan obat dan minuman terlarang, stres, penggunaan kosmetik yang salah dan lain sebagainya.

Jerawat sangat mudah untuk diagnosa. Tidak ada pemeriksaan medis yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ini. Pemeriksaan fisik dan riwayat medis saja sudah cukup. Dokter menentukan tingkat keparahan jerawat dengan menggunakan skala. Yaitu dengan membandingkan jerawat pasien dengan beberapa gambar standar untuk melihat apakah tingkat jerawat itu ringan atau berat.