Menggempur Radikal Bebas dengan Antioksidan

Menjadi tua adalah proses yang tak terelakkan. Namun yang harus diupayakan adalah bagaimana agar kualitas hidup tetap dipertahankan ditengah ancaman radikal bebas

Tak dapat dipungkiri, setiap orang umumnya mendambakan umur panjang yang disertai dengan kesehatan prima. Untuk itulah berbagai upaya untuk mewujudkan hidup sehat dan berkualitas di usia lanjut perlu dilakukan sejak usia dini. Banyak ilmuwan telah mengajukan teori tentang proses penuaan , yang paling populer adalah teori proses penuaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Apabila tubuh kekurangan antioksidan, maka pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit akan melemah.

Bila produksi radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan, akan menyebabkan reaksi metabolisme tidak normal, produksi auto imun anti bodi, inflamasi kronik dan gangguan degeneratif. Kemampuan pertahanan antioksidan seseorang menentukan kesehatannya, bila tekanan zat oksidatif berlebihan atau tubuh kekurangan antioksidan maka dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. terutama untuk orang di usia lanjut, dimana daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk menangkal datangnya aneka penyakit.

Apa itu radikal bebas?

Radikal bebas adalah atom dengan sebuah elektron bebas yang bersifat sangat tidak stabil dan dapat merusak jaringan. Senyawa radikal bebas tersebut biasanya diakibatkan oleh stres, radiasi dan dapat timbul dari dalam tubuh kita sendiri. Dalam hal ini radikal bebas merupakan hasil dari reaksi kimia yang merupakan bagian dari proses metabolisme tubuh untuk dapat tetap hidup.

Namun beberapa radikal bebas banyak pula dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti; asap kendaraan bermotor, paparan polusi lingkungan, asap rokok, herbisida, obat-obatan dan beberapa unsur kimia.

Serangan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel atau disfungsi , dilanjutkan dengan terjadinya peradangan sel. Akibatnya tentu sel sehat berubah menjadi rusak, distribusi zat nutrisi keseluruh tubuh bisa terganggu dan akhirnya terjadi penyakit degeneratif, antara lain diabetes mellitus, kanker, penyakit jantung serta pengerasan pembuluh darah akibat tertimbunnya lemak di dinding dalam pembuluh darah. Semua komponen sel rentan terhadap serangan radikal bebas. Sel otak juga merupak sasaran empuk serangan radikal bebas sehingga menyebabkan orang mudah lupa dan susah mengingat kembali sesuatu.

Antioksidan vs Radikal bebas

Mengingat usia lanjut memiliki penurunan fungsi tubuh, daya tahan pun otomatis cenderung menurun, dengan demikian radikal bebas semakin menjadi ancaman. Salah satu upaya untuk melawan masuknya unsur radikal bebas ke dalam tubuh manusia adalah dengan antioksidan. Antioksidan sering juga disebut sebagai zat penghambat proses penuaan, dengan mencegah kerusakan DNA akibat reaksi oksidasi di dalam tubuh, mencegah perubahan yang terjadi di dalam pembuluh darah serta mengurangi efek samping yang terjadi akibat konsumsi obat-obatan.

Antioksidan dibagi menjadi dua golongan besar

1.Endogen; disediakan oleh tubuh sendiri misal enzim dan protein plasma.

2.Eksogen; diperoleh dari luar tubuh atau makanan berupa zat gizi seperti pro vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc, selenium, mangan, cuprum, flavonoid, isoflavon dan lain-lain.

Sumber nutrisi yang mengandung antioksidan diantaranya adalah semua biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, hati, tiram, ungga, kerang, daging, susu, bawang-bawangan, ikan. Kerjasama antar antioksidan juga diperlihatkan antara vitamin C dan E yang dapat memberikan efek perlindungan terhadap penyakit jantung. Vitamin E alami dapat ditemukan pada gandum, minyak sayur, sayuran berwarna hijau, kuning telur dan kacang-kacangan. Sedangkan vitamin C alami dapat ditemukan pada buah tomat,strawberry, kiwi, nanas, jambu biji, melon. Selain itu beta-karoten (pro vitamin A) yg merupakan anti oksidan penting dari karotenoid banyak dijumpai pada buah aprikot, wortel, belewah, daun singkong, daun bayam dan ubi merah.

Antioksidan terbaik tentunya yang berasal dari makanan alami. Namun, jika kesempatan untuk memperoleh antioksidan dari sumber makanan alami sangat terbatas, untuk proses penncegahan tidak ada salahnya mengkonsumsi suplemen/makanan tambahan, asal dalam dosis dan komposisi yang seimbang & tidak berlebihan.

Tips mencegah radikal bebas
  1. Diet seimbang dengan jumlah kalori cukup, perbanyak makan sayur dan buah, karena buah banyak mengandung antioksidan
  2. Kurangi konsumsi protein hewan, pilihlah protein nabati
  3. Hindari konsumsi karbohidrat sederhana (glukosa)
  4. Olahraga teratur, seperti jalan kaki pada pagi hari
  5. Jauhi stress, cobalah untuk hidup lebih relaks
  6. Katakan tidak pada rokok dan minuman beralkohol
  7. Cukup istirahat
Menjadi tua adalah proses yang tak terelakkan. Namun yang harus diupayakan adalah bagaimana agar kualitas hidup tetap dipertahankan ditengah ancaman radikal bebas, salah satunya adalah tetap mengikuti Pedoman lawas "Empat sehat lima sempurna'' yang merupakan salah satu pegangan menggapai hidup sehat dan berkualitas.